Dedikasi dan konsistensinya dalam memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), menjadikan seorang Asmara Victor Michael Nababan dianggap layak mendapat tempat.
Di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), nama Asmara Nababan akan diabadikan menjadi nama ruang.
"Kita akan memberi nama ruang pengaduan Komnas HAM menjadi ruang pengaduan Asmara Nababan," ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim di Komnas HAM, Jakarta, Senin 1 November 2010.
Alasan pemberian nama itu kata Ifdhal, sudah sangat tepat. Tak hanya soal konsistensinya. "Juga kontribusinya dalam kemajuan lembaga Komnas HAM," jelas Ifdal.
Asmara Nababan pernah mengabdi di Komnas HAM pada 1993-2002. Ia juga pernah menjabat Sekjen Komnas HAM pada 2000-2002.
Sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, jenazah Asmara Nababan sempat disemayamkan di Kantor Komnas HAM.
Asmara meninggal di rumah sakit di Guangzhou, China, sekitar pukul 12.30 waktu setempat atau sekitar 11.30 WIB, Kamis 28 Oktober 2010 setelah menjalani perawatan sekitar dua pekan di China.
Mantan anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 itu meninggal dunia karena penyakit kanker paru-paru yang lama dideritanya.
• VIVAnews


0 comments:
Post a Comment