Demonstrasi pendukung kelompok Republik Maluku Selatan (RMS) di Den Haag, Belanda, berakhir ricuh, Kamis 7 Oktober 2010 waktu setempat. Polisi setempat terpaksa menangkap dua belas orang simpatisan kelompok, yang di Indonesia dianggap sebagai separatis itu.
Menurut laman harian De Volkskrant, mereka ditahan karena melakukan kekerasan di tempat umum sekaligus melawan polisi. Pada awalnya, demonstrasi berjalan damai, namun makin lama suasana kian tegang saat 150 orang berjibaku dengan polisi. Mereka lalu melempari polisi dengan batu dan petasan. Penangkapan kepada para demonstran pun tak terhindarkan.
Demonstrasi selama dua jam itu dihadiri sekitar 600 orang pendukung RMS. Mereka memprotes undangan pemerintah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut para demonstran, pemerintah Indonesia selama ini melakukan pelanggaran HAM di Maluku dengan memenjarakan para pendukung RMS.
Unjuk rasa ini sebenarnya sengaja diadakan untuk menyambut Presiden SBY. Namun, Presiden SBY menangguhkan kunjungan ke Belanda. Di antara para demonstran terdapat sekitar 100 anggota sebuah geng motor dari Moordrecht.
Sampai kini belum ada jadwal baru kunjungan Presiden SBY ke Belanda. Dia mendadak menangguhkan kunjungan ke Negeri Kincir Angin itu, Selasa 5 Oktober 2010, setelah mendengar kabar bahwa pengadilan lokal di Den Haag pada hari yang sama menyidangkan tuntutan RMS agar pemerintah Belanda menangkap Presiden SBY, yang tadinya dijadwalkan berkunjung selama 6-8 Oktober 2010.
Sumber : VIVAnews


0 comments:
Post a Comment