1.
Jalanan seperti biasa. Tergelincir di teriknya hari. Tenggelam di pikuknya dunia.
Di seberang sana, di sebelah taman kota ada yang khusyuk mengeja suara. Membaca hatinya, mencari-cari sedang di mana dirinya.
2.
Sekali ia pengen menjadi suara. Bolak-balik menanya, "Apa Anda mengenal saya? Maaf, saya tak ingat entah di mana terakhir kali meninggalkan diri."
3.
Di pengunjung malam ia lebih leluasa. Lebih sempurna dalam suara makin khidmat mengeja nama-nama.


0 comments:
Post a Comment