Bakteri berbahaya seperti Giardia, E.coli dan parasit cryptosporidium bisa menyebar di kolam renang yang tidak memiliki kadar klorin cukup dan kadar pH terlalu rendah. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut bisa berupa diare, mual, dehidrasi, kram perut, hingga berat badan turun.
"Banyak orang merasa jika air kolam berbau klorin sudah pasti bersih. Padahal, bau itu sebenarnya adalah chloramines, senyawa kimia yang berasal dari percampuran klorin, bakteri, urin dan keringat," kata Mary Ostrowski, direktur masalah klorin dari American Chemistry Council.
Dengan kata lain, bau kimia yang menyengat dari kolam renang sebenarnya menunjukkan bahwa air kolam itu sangat kotor dan perlu disesuaikan kadar klorin dan tingkat pH-nya. Kolam renang yang bersih seharusnya tidak berbau. Karena itu jika kadar chloramines sudah sampai tercium, air kolam itu bisa mengiritasi mata, kulit, dan hidung, orang yang berenang di dalamnya.
Untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan bakteri di kolam renang, American Chemistry Council mengeluarkan tips berikut:
- Hindari menelan air kolam renang
- Basahi tubuh dengan air di kamar mandi sebelum masuk ke kolam.
- Jangan biarkan anak berlama-lama berendam di air kolam. Saat jeda, siram tubuh anak dengan air.
- Cuci tangan setelah menggunakan toilet.
- Kolam renang yang bersih memiliki lantai keramik yang lembut, bukan licin atau berlumut.
- Pastikan dasar kolam renang terlihat. KF/Tri/Kompas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment